
Pengertian Bakteriologi
Bakteriologi adalah ilmu atau studi yang mempelajari bakteri dan pengaruhnya terhadap sebuah penyakit dan obat-obatan, serta bidang lainnya seperti pertanian, industri, perekonomian yang berkaitan dengan pembusukan makanan dan anggur. Beberapa hal yang dipelajari dalam bakteriologi adalah asal-usul, epidemiologi, tinjauan klinis atau patologis, dan teknik identifikasi bakteri dari segala aspek, baik secara klinis, standar laboratorium, mampun teknik biakan.
Dalam bidang kesehatan, bakteriologi biasanya dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan bakteri baik dalam tubuh manusia ataupun objek, seperti air dan makanan. Kemajuan awal yang dicapai oleh bakteriologi adalah berhasil mengidentifikasi karakter bakteri yang terkait dengan penyakit tertentu. Kini, sebagian besar penyakit bakteri pada manusia sudah teridentidikasi, meskipun varian lainnya terus berkembang dan kadang-kadang muncul, seperti penyakit Legionnaire, tuberkulosis dan sindrom syok toksik.
Sedangkan kemajuan besar dalam bakteriologi selama abad terakhir adalah ditemukannya pengembangan banyak vaksin yang efektif (seperti vaksi polisakarida pneumokokus, toksoid difteri, dan toksoid tetanus), serta vaksin lainnya yang kurang efektif atau memiliki efek samping (seperti vaksin kolera dan tipus).

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bakteri adalah mikroorganisme sel tunggal yang tidak memiliki membran nuklir, aktif secara metabolik dan membelah diri dengan pembelahan biner. Secara medis, mereka adalah penyebab utama penyakit. Bakteri kadang kala terlihat seperti bentuk kehidupan yang relaltif sederhana. Padahal pada kenyataannya, mereka sangat canggih dan mudah beradaptasi. Banyak bakteri bisa berkembang biak dengan kecepatan tinggi dan beberapa spesies bisa memanfaatkan beragam substrat hidrokarbon, termasuk fenol, karet dan minyak bumi.
Organisme yang satu ini ada secara luas, baik dalam bentuk parasit maupun yang hidup bebas. Karena bisa ditemukan di mana saja dan memiliki kemampuan yang luar biasa dalam beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, pentingnya bakteriologi dalam bidang kedokteran tidak bisa disepelekan.
Kenapa Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi?
Pemeriksaan mikrobiologi dilakukan untuk menelaah spesimen cairan tubuh untuk mikroorganisme, serta menganalisis sampel cairan untuk menentukan bagaimana pasien bereaksi terhadap perawatan. Ahli mikrobiologi menggunakan bahan kimia, mesin, mikroorganisme lain, dan bahan lain untuk menyelesaikan analisis cairan tubuh dan menentukan keberadaan bakteri, virus, serta obat-obatan yang dapat digunakan dokter dan tenaga medis untuk mendiagnosis kondisi dan penyakit. Selain itu, tujuan pemeriksaan bakteriologi dilakukan adalah untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri pada suatu objek, sehingga dapat diketahui karakterisitik bakteri tersebut, apakah tergolong bakteri baik atau bakteri jahat.

Adapun Bakteri yang menguntungkan bagi kehidupan :
- Escherichia Coli berfungsi membusukan sisa makanan dalam usus besar.
- Acetobacter xylinum berfungsi dalam pembuatan nata de coco.
- Lactobacillus bulgarius berfungsi dalam pembuatan yoghurt.
- Lactobacillus casei berfungsi dalam pembuatan keju dan yoghurt.
- Rhizobium leguminosarum berfungsi mengikat nitrogen dan bersimbiosis dengan akar kacang-kacangan, dan biasanya digunakan dalam pembuatan tempe.
- Azotobacter chlorococcum berfungsi mengikat nitrogen dan hidup secara bebas.
- Nitrococcus dan Nitromonas berfungsi menyuburkan tanah dengan proses nitrifikasi.
- Bacillus polimyxa berfungsi penghasil antibiotik polimiskin B
- Cyanocobalamin
Bakteri cyanocobalamin membantu produksi vitamin B12 selama proses pencernaan. Bakteri cyanocobalamin berperan sebagai probiotik. - Acidhopilus bifidus
Bakteri acidophilus bifidus membantu menurunkan kadar kolesterol dan mencegah pertumbuhan jamur ‘jahat’ seperti Candida albicans.Bakteri acidophilus bifidus membersihkan aliran darah dengan menghilangkan racun. - Acidhopilus bacteria bakteri ini hidup didalam organ reprpduksi manusia. Bakteri ini menghasilkan asam laktat yang mencegah pertumbuhan jamur.
Bagaimana Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi?
Inilah sekilas penjelasan mengenai pemeriksaan Bakteriologi :

Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan ini. Namun, kamu perlu memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis obat mungkin berpengaruh pada hasil pemeriksaan jika spesimen atau sampel yang diambil adalah darah. Begitu pula dengan pemeriksaan Bakteri dengan Urine sebagai sampel yang diuji. Biasanya, pada kondisi tertentu, pasien diminta untuk berpuasa, agar hasil tes yang keluar lebih akurat.
Setelah diambil, sampel akan diletakkan dalam media biakan. Ada dua media biakan yang biasa digunakan, yaitu media cawan atau tabung. Masing-masing media biakan memiliki persyaratan tersendiri agar bisa digunakan.
Sama halnya dengan media tabung, penggunaan media cawan pun harus diletakkan pada stainless steel atau gelas bersih. Periksa pH dan sesuaikan jika memang diperlukan. Media harus direbus selama satu menit terlebih dahulu supaya agar sepenuhnya terlarut.

Seperti ketika menggunakan media tabung sebagai media biakan, pastikan supaya media disiapkan dalam stainless steel atau gelas bersih sesuai dengan instruksi pabrik yang berlaku. Jika media sampel mengandung agar, rebus dahulu selama kurang lebih satu menit supaya agar sepenuhnya terlarut.
Selanjutnya, sampel akan diisolasi atau diinkubasi selama kurang lebih 24 hingga 48 jam pada suhu tertentu. Jika belum ada perubahan, maka data perlu dilaporkan. Jika dalam 96 jam tidak ada perubahan, sampel harus diganti dengan yang baru. Jika dibutuhkan, akan dilakukan tes dengan gram strain untuk menguji bakteri gram negatif dengan bakteri gram positif.
https://www.halodoc.com/kesehatan/bakteriologi
https://www.halodoc.com/bedanya-pemeriksaan-bakteriologi-dan-mikrobiologi
https://www.halodoc.com/prosedur-menjalani-pemeriksaan-bakteriologi
